KITAINDONESIASATU.COM — Kitab legendaris Al-Hikam karya Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari kembali menjadi sorotan dalam pengajian spiritual mendalam.
Fokus pembahasan kali ini tertuju pada hikmah ke-87 yang mengungkap rahasia kelembutan Allah SWT terhadap hambanya yang lemah.
Dalam hikmah tersebut, Ibnu Atha’illah menuliskan bahwa Allah memahami keterbatasan fisik dan mental manusia. Oleh karena itu, Dia menyederhanakan jumlah rakaat ibadah wajib—seperti salat lima waktu—namun melipatgandakan pahala serta karunia di dalamnya setara dengan lima puluh waktu.
Para ulama syarah menjelaskan bahwa aturan ini merupakan bukti manifestasi kasih sayang Ilahi. Allah tidak membebankan kewajiban melebihi batas kemampuan hamba-Nya, melainkan membuka pintu rahmat seluas-luasnya melalui ibadah yang terjangkau.
Pesan moral dari hikmah ke-87 ini mengajak setiap muslim untuk tidak memandang ibadah sebagai beban yang berat, melainkan sebagai anugerah dan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta tanpa rasa keberatan.(*)




