KITAINDONESIASATU.COM – Insiden berdarah dan penjarahan yang menimpa rombongan Persib Elite Pro Academy (EPA) di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) malam, menyisakan duka dan keprihatinan mendalam bagi dunia sepak bola nasional.
Aksi anarkis yang diduga dilakukan oleh oknum suporter rival ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan materi, tetapi juga mengancam nyawa personel tim, dengan seorang Media Officer dilaporkan terisolasi dan mengalami kekerasan fisik di tengah amuk massa.
Kronologi Mencekam: Terpisah di Tengah Amuk Massa
Insiden bermula sekitar pukul 21.30 WIB ketika rombongan EPA, yang baru saja menyelesaikan tugas peliputan dan pembinaan, singgah di Rest Area Batang.
Di lokasi tersebut, mereka berpapasan dengan rombongan suporter Persija Jakarta yang sedang dalam perjalanan pulang usai mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.
Situasi dengan cepat memanas tanpa provokasi yang jelas. Bus rombongan EPA U-18 tiba-tiba menjadi sasaran amuk massa, mengalami perusakan, dan sejumlah koper milik ofisial serta pemain dijarah secara paksa.
Di tengah kekacauan tersebut, Pandu Persada (Media Officer EPA U-10) dan Ridwan (anggota tim Akademi) yang sedang berada di area toilet berusaha kembali ke bus. Namun, kondisi yang tidak kondusif, kepanikan, dan desakan massa membuat keduanya terpisah dari rombongan.





