KITAINDONESIASATU.COM – Video seorang pria dalam kondisi bersimbah darah setelah mengalami luka di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Polisi langsung turun tangan untuk menyelidiki kejadian yang diduga berkaitan dengan aksi tawuran tersebut.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Egy Irwansyah mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi mengenai video yang beredar luas di media sosial.
Polisi kemudian meningkatkan patroli dengan skala besar untuk mengantisipasi terjadinya keributan susulan.
“Kalau yang kejadian semalam kita sudah monitor, bahkan langsung ada di lokasi dan langsung kita tindak lanjuti dengan patroli skala besar,” kata Egy dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/10).
Pria yang mengalami luka tersebut telah mendapatkan penanganan medis. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan posisi korban dalam kejadian tersebut.
Penyidik masih mencari tahu apakah pria tersebut merupakan bagian dari kelompok yang terlibat tawuran atau justru warga yang menjadi korban dalam keributan.
“Masih didalami karena masih dalam perawatan,” ujar Egy.
Egy menyebut keributan tersebut diduga melibatkan sekelompok orang yang bergerombol dan bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Kelompok tersebut disebut sempat berkeliling di sejumlah kawasan Jakarta sebelum akhirnya terjadi keributan di wilayah hukum Polsek Sawah Besar.
“Ya mereka bergerombol dan infonya memutari wilayah Jakarta, dan pecahnya di wilayah kami,” katanya.
Saat ini Unit Reskrim Polsek Sawah Besar bersama Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat masih mengusut kejadian tersebut.
Polisi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam keributan serta kronologi lengkap hingga menyebabkan seorang pria mengalami luka.
Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan seorang pria terduduk dalam kondisi bersimbah darah beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, pria itu tampak meringis kesakitan sembari meminta pertolongan warga di sekitar lokasi.
Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian dan keterlibatan masing-masing pihak. (*)





