KITAINDONESIASATU.COM – Untuk mengingatkan perjuangan arek-arek Suroboyo pada 19 September 1945, Pemkot Surabaya akan menggelar Opera Kolosal Merah Putih Bertanya di Hotel Mojopahit pada Sabtu, 26 September 2026.
Opera kolosal ini merupakan salah satu semangat untuk mengingatkan sejarah rakyat Surabaya yang berjuang mengusir penjajah dari bumi Indonesia khususnya di Surabaya.
Pada hari itu arek-arek Suroboyo melakukan pemanjatan Hotel Yamato sekarang Hotel Mojopahit pada 19 September 2045 untuk merobek warna biru pada bendera Belanda di atas hotel.
Tokoh utama dalam perobekan itu adalah Hariyono dan Kusno Wibowo yang memanjat atap hotel untuk merobek bagian biru sehingga bendera tetap berkiran merah putih.
Ini menjadi titik semangat perlawanan yang heroik yang berjuang pada pertempuran 10 November 1945 untuk mengusir tentara Belanda dan Inggris yang berusaha menduduki kembali Surabaya.
Dalam adegan opera kolosal ini dimulai pukul 07:00 WIB melibatkan sekitar 750 pemain dari berbagai unsur pelajar, Paskibraka hingga Cak dan Ning Surabaya dan para musisi di Kota Pahlawan.
“Melalui pertunjukan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya melihat kembali peristiwa sejarah, tetapi juga merasakan semangat perjuangan Arek-Arek Suroboyo,” ujar Kepala Dispora Kota Surabaya Herry Purwadi, Kamis (24/9/2026).
Salah satu bagian yang menarik dalam adegan ini Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan tampil sebagai Residen Sudirman dalam adegan perundingan dengan Mr. Ploegman di Hotel Yamato terkait berkibarnya bendera Belanda.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani akan tampil sebagai Ibu Pertiwi. Bunda Rini akan membawakan puisi pada bagian akhir pertunjukan sebagai refleksi atas keberanian dan pengorbanan para pejuang Arek-Arek Suroboyo.
Kawasan Jalan Tunjungan pada hari itu akan ditutup total untuk pertunjukkan Opera Kolosal Merah Putih Bertanya dan menjadikan pertunjukan sebagai penyemangat masyarakat di Kota Surabaya.
“Kami mengajak warga Surabaya dan sekitarnya untuk hadir bersama keluarga maupun teman menyaksikan Opera Kolosal Merah Putih Bertanya. Kami berharap keterlibatan ratusan pemain dari berbagai latar belakang dapat menghadirkan pertunjukan yang memadukan nilai sejarah, keindahan seni, dan kebersamaan masyarakat.” **




