KITAINDONESIASATU.COM – Laga pekan ketiga Super League 2026/2026 antara Persebaya vs Garudayaksa di kandang Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya membuat kerisauan pelatih Bernardo Tavares setelah anak asuhnya bermain imbang 1-1 dalam laga itu, Kamis (19/9/2026).
Bernardo menilai kemenangan dan meraih tiga poin sudah ada di depan mata, akan tetapi Persebaya mengakhiri laga itu dengan gol balasan dari tim lawan di menit terakhir ke-89 yang diciptakan Al Hamra Hehanussa memaksa Persebaya berbagi poin dengan tim tamu.
“Green Force sejatinya masih bisa tampil lebih baik, terutama dalam memanfaatkan peluang dan menjaga konsentrasi hingga menit akhir, namun hal itu tidak terjadi,” kata Tavares kepda media di Surabaya usai pertandingan semalam.
Sejak menit pertama laga Persebaya sudah berjuang keras untuk mendatkan gol pembuka, namun sejumlah peluang gagal di sempurnakan setidaknya 19 percobaan tembakan salah satunya bola menghantam mistar hingga gol Pereira yang dianulir VAR hingga kedudukan masih bertahan 0-0.
Namun akhirnya gol baru tercipta setelah di babak kedua melalui sundulan kepala Alex Martin pada menit ke-84 setelah mendapatkan assist dari rekannya satu tim Jefferson Silva hingga kedudukan 1-0, sayangnya hasil ini tidak bertahan lama setelah lima menit kemudian terjadi gol balasan hingga kedudukan sama kuat.
Usai pertandingan pelatih Bernardo Tavares menyoroti permainan di babak pertaman ketika timnya memiliki beberapa peluang, tetapi belum mampu merubah peluang itu menjadi gol.
Sejak awal Tavares sudah mengingatkan jika Garudayaksa memiliki pemain-pemain bagus da itu terlihat pada pertandingan kali ini, banyak peluang Persebaya pun gagal diciptakan menjadi sebuah gol.
Prosesnya gol yang terjadi hingga kedudukan imbang 1-1 juga mendapat sorotan sang pelatih yang seharusnya itu tidak terjadi, saat itu Persebaya kehilangan konsentrasi dalam mengantisipasi bola mati, terutama ketika Garudayaksa menjalankan skema dalam sepaik pojok pendek.
Sementara gol yang terjadi berasal dari situasi bola mati, seharusnya itu terjadi saat melakukan short corner, garis pertahanan kami tidak naik dalam posisi yang sama, sehingga ada ruang membuat Garudayaksa memiliki ruang melempar ke area tiang jauh.
Tekanan terhadap pemain yang menguasai bola belum cukup agresif sehingga lawan mampu menyelesaikan skema tersebut dengan baik sehingga berbuah terobosan gol hingga merubah skor.
Persebaya kurang agresif dalam menekan pemain lawan yang menguasai bola sehingga mereka bisa mengirimpan uman dengan baik ke arah tiang dan mencetak gol dan itu merupakan satu-satunya peluang besar di babak kedua.
Secara keseluruhan Persebaya memiliki lebih banyak percobaan, lebih banyak sepak pojok dan lebih banyak peluang mencetak gol, namun Persebaya gagal mencetak gol tambahan untuk memenangkan pertandingan, hasil ini akan menjadi bahan evaluasi.
Di sisi lain Tavares tetap mengapresiasi perjuangan keras para pemain, Persebaya memiliki lebih banyak percobaan sepak pojok, dan peluang sepanjang pertandingan lagi-lagi penyelesaian akhir menjadi pembeda membuat kemenangan tidak bisa didapatkan. **





