Berita UtamaNews

Terungkap! Polda Banten Pastikan Life Jacket di Anyer Bukan Milik Arupadatu 1

×

Terungkap! Polda Banten Pastikan Life Jacket di Anyer Bukan Milik Arupadatu 1

Sebarkan artikel ini
jaket pelampung
Ilustrasi jaket pelampung. (Canva)

KITAINDONESIASATU.COM – Temuan life jacket di perairan Anyer sempat memunculkan dugaan baru terkait hilangnya speedboat Arupadatu 1 yang membawa rombongan jurnalis dan hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Namun, fakta terbaru justru menunjukkan sebaliknya. Polda Banten memastikan rompi pelampung yang ditemukan Tim SAR bukan bagian dari perlengkapan Arupadatu 1.

Kepastian itu disampaikan pemilik kapal, Sandi, setelah mencocokkan secara langsung life jacket temuan tersebut dengan perlengkapan pembanding dari armada Arupadatu 2.

Menurut Sandi, terdapat sejumlah perbedaan mencolok pada perlengkapan tersebut, mulai dari resleting, grip, hingga material bahan.

“Perbedaannya terlihat dari bagian resleting, grip, maupun bahannya. Dapat dipastikan objek life jacket yang ditemukan tersebut tidak berkaitan dengan perlengkapan Arupadatu 1,” kata Sandi di Pandeglang, Jumat (11/9).

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Tim DVI Polda Banten juga mulai menyiapkan langkah identifikasi. Kabiddokkes Polda Banten, Kombes I Gusti Gede Dharma Arimbawa mengatakan, pihaknya telah mengantongi delapan data antemortem dari seluruh keluarga korban yang hilang kontak.

Data tersebut nantinya akan digunakan untuk proses matching dengan data postmortem apabila dalam operasi pencarian ditemukan korban.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di tengah situasi pencarian.

Polda Banten menegaskan masyarakat diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan operasi pencarian diimbau hanya mengikuti keterangan resmi dari Polda Banten dan tim SAR gabungan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Ikuti perkembangan operasi pencarian resmi dari Polda Banten maupun tim SAR gabungan,” tutur Maruli. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *