KITAINDONESIASATU.COM – Kabar duka datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo menyebabkan korban jiwa terus bertambah. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 135 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan puluhan korban meninggal akibat dampak langsung gempa, sementara sebagian lainnya meninggal karena dampak tidak langsung.
“Sebanyak 48 orang meninggal dunia akibat dampak langsung dan 87 orang meninggal dunia akibat dampak tidak langsung,” ujar Berton, Kamis (10/9).
Tak hanya menelan korban jiwa, gempa tersebut juga menyebabkan 1.762 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, sebanyak 60.572 warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi untuk menyelamatkan diri.
Dampak gempa juga terlihat dari besarnya kerusakan yang terjadi. BNPB mencatat 98.986 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Rinciannya, sebanyak 26.089 rumah rusak berat, 22.505 rumah rusak sedang, dan 50.392 rumah rusak ringan.
Kerusakan juga menghantam berbagai fasilitas publik yang menjadi bagian penting aktivitas masyarakat.
BNPB mencatat 663 kantor, 712 fasilitas pendidikan, dan 620 tempat ibadah ikut terdampak akibat gempa.
Besarnya jumlah korban, pengungsi, serta kerusakan infrastruktur menunjukkan dahsyatnya dampak gempa 7,7 Magnitudo yang mengguncang NTT. (*)





