KITAINDONESIASATU.COM – Kabar mengejutkan datang dari mantan bintang Timnas Inggris, Raheem Sterling. Pemain berusia 31 tahun itu kini harus menghadapi proses hukum setelah didakwa atas tiga pelanggaran terkait kecelakaan Lamborghini yang dikendarainya di Inggris.
Sterling didakwa melakukan mengemudi secara berbahaya, memiliki nitrous oxide untuk penggunaan yang tidak semestinya, serta gagal memberikan sampel. Ia dijadwalkan menjalani persidangan di Basingstoke Magistrates’ Court pada 15 September 2026.
Kasus tersebut bermula dari kecelakaan tunggal yang terjadi di ruas M3 arah selatan dekat Minley Interchange, Hampshire, pada 28 Mei 2026. Lamborghini yang dikendarai Sterling mengalami kecelakaan hingga menabrak pembatas jalan.
Beruntung, tidak ada kendaraan lain yang terlibat dan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan sebelum akhirnya menetapkan tiga dakwaan terhadap Sterling.
Kasus ini menjadi sorotan karena salah satu dakwaan yang dihadapi Sterling berkaitan dengan mengemudi secara berbahaya. Jika terbukti bersalah, pelanggaran tersebut dapat berujung pada hukuman penjara.
Namun, Sterling belum dinyatakan bersalah dan proses persidangan baru akan berlangsung pada September mendatang.
Laporan BBC juga menyebut polisi sebelumnya menduga adanya kemungkinan Sterling mengemudi dalam kondisi tidak layak akibat pengaruh narkotika, tetapi dugaan tersebut tidak termasuk dalam dakwaan yang diajukan.
Sterling juga didakwa memiliki nitrous oxide untuk penggunaan yang tidak semestinya. Zat yang kerap dikenal sebagai laughing gas tersebut telah diklasifikasikan sebagai zat terkontrol Kelas C di Inggris sejak November 2023.
Kecelakaan tersebut terjadi pada pagi hari ketika Sterling mengendarai Lamborghini miliknya di M3. Mobil mewah itu mengalami insiden tunggal tanpa melibatkan pengendara lain.
Setelah kecelakaan, Sterling sempat ditangkap polisi dan kemudian dibebaskan dengan jaminan selama proses penyelidikan berlangsung. Beberapa bulan kemudian, kepolisian mengumumkan tiga dakwaan yang kini harus dihadapinya.
Masa Depan Karier Sterling Makin Suram
Masalah hukum tersebut datang ketika karier Sterling memang sedang berada dalam situasi tidak menentu. Mantan pemain Liverpool, Manchester City, Chelsea, dan Arsenal itu kini berstatus tanpa klub setelah menjalani periode singkat bersama klub Belanda, Feyenoord.
Sterling sebelumnya menjadi salah satu pemain Inggris paling menonjol ketika memperkuat Manchester City. Ia juga mencatatkan 82 penampilan bersama Timnas Inggris dengan torehan 20 gol.
Setelah meninggalkan Chelsea, Sterling sempat bergabung dengan Feyenoord dengan kontrak jangka pendek. Namun, kontraknya berakhir pada musim panas 2026 dan hingga kini belum menemukan klub baru.
Kini, selain harus mencari klub baru untuk melanjutkan kariernya, Sterling juga harus menghadapi persidangan atas kasus kecelakaan dan kepemilikan nitrous oxide. Masa depan pemain yang pernah menjadi andalan Timnas Inggris itu pun semakin penuh tanda tanya. (*)





