KITAINDONESIASATU.COM – Saham sektor kelapa sawit justru menunjukkan penguatan ketika bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut berkaitan dengan harga crude palm oil (CPO) yang terus menguat di tengah kekhawatiran terhadap penurunan produksi akibat musim kering.
Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina menilai harga komoditas umumnya bergerak berdasarkan keseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Ketika produksi berpotensi menurun sementara permintaan tetap, harga CPO cenderung terdorong naik.
Harga CPO Menguat, Investor Tetap Perlu Waspada
Fenomena El Nino dan cuaca kering menjadi perhatian karena dapat mengganggu produksi CPO maupun komoditas pertanian lainnya.
Karhutla yang terjadi belakangan turut memperlihatkan kondisi kering yang berpotensi memberikan tekanan terhadap produksi kelapa sawit ke depan.
Harga CPO bahkan telah mencapai level tertinggi dalam sekitar 20 bulan.
Dalam sepekan terakhir, komoditas tersebut tercatat menguat lebih dari 6 persen. Pergerakan itu kemudian memberikan sentimen positif terhadap saham perusahaan berbasis sawit.
Meski demikian, investor disarankan tidak terburu-buru mengejar saham sawit setelah mengalami kenaikan. Harga CPO dinilai sudah cukup tinggi, sementara IHSG juga bergerak di sekitar level psikologis 6.500.





