KITAINDONESIASATU.COM – Ketentraman jiwa dan kejernihan hati merupakan kebutuhan hakiki setiap manusia di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Syekh Ibn Ataillah as-Sakandari dalam karya masterpiece-nya, Kitab Al-Hikam, menekankan betapa krusialnya kehadiran cahaya Ilahi untuk menerangi relung sanubari hamba.
Dalam hikmah ke-37, beliau menegaskan bahwa batin yang gulita hanya dapat disinari oleh dzikir dan kesadaran akan kehadiran Allah SWT.
Ketika seseorang senantiasa mengingat Sang Pencipta, kegelapan keraguan, kegelisahan, serta keterikatan pada materi perlahan sirna, berganti dengan kedamaian hakiki. Cahaya Ma’rifat tersebut membimbing mata hati untuk melihat kebenaran di balik setiap ujian hidup.
Hikmah ini mengajarkan bahwa pembersihan hati tidak cukup sekadar dengan teori, melainkan butuh konsistensi ibadah dan kepasrahan total. Setiap helai dzikir yang diucapkan menjadi lentera yang membakar sifat-sifat tercela.
Dengan menjaga kebersihan hati dari noda dosa, seorang hamba akan memperoleh petunjuk mutlak dalam melangkah, sehingga hidupnya senantiasa dinaungi keberkahan dan keridaan Ilahi.(*)

