Berita UtamaNews

Tim Ekspedisi Cahvara Yava Gelar Upacara 17 Agustus 2026 di Kedalaman 110 Meter Gua Luweng Ombo Pacitan

×

Tim Ekspedisi Cahvara Yava Gelar Upacara 17 Agustus 2026 di Kedalaman 110 Meter Gua Luweng Ombo Pacitan

Sebarkan artikel ini
gua luweng ombo
Kondisi Luweng Ombo Pacitan dan Ekspedisi Cahvara Yava 2026 mulai memasuki mulut gua vertikal, nantinya akan menggelar upacara 17 Agustus 2026. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Penggiat telusur gua dari Ekspedisi Cahvara Yava 2026 berencana akan menggelar upacara 17 Agustus 2026 di dalam perut bumi Gua Luweng Ombo Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.

Upacara kemerdekaan 17 Agustus 2026 menurut rencananya akan dilakukan di dalam sinkhole atau lubang runtuhan di dalam gua di kedalaman 110 meter di bawah perut bumi Luweng Ombo Pacitan.

Ketua Ekspedisi Gahvara Yava 2026, M Wakhid Guntur memastikan bahwa kesiapan tim gabungan dari Latgab Vaving Jabodetabeka dan Pacitan Speleology Society (PSS) melakukan di dalam gua Luweng Ombo.

Dikatakan sejauh ini persiapan sudah mencapai 98 persen, dari peralatan sudah lengkap dan dipersiapkan untuk standar keamanan, termasuk persiapan basecamp.

“Tinggal sisa dua persennya lagi kita maksimalkan melalui persiapan doa,” ujar Wakhid kepada wartawan pacitanku.com di acara umbul doa sebelum acara digelar.

Upacara 17 Agustus 2026 ini akan melibatkan kepada daerah secara langsung, pada momentum HUT RI ke-81 Bupati Pacitan dijadwalkan akan turun ke dasar Luweng Ombo.

Pihaknya sudah mempersiapkan teknis dan standar keamanan untuk pejabat bupati yang sudah dipersiapkan secara matang, upacara dilaksanakan di dalam lobang sedalam 110 meter perut bumi.

“Rencananya tanggal 17 Agustus, Pak Bupati juga akan turun untuk membersamai upacara kemerdekaan di dalam sinkhole sedalam 110 meter. Teknis dan standar keamanan untuk beliau sudah kami persiapkan secara matang,” ujar Wakhid.

Selain menggelar upacara 17 Agustus di sisi lain tim ekspedisi akan melakukan misi terlebih dahulu hingga 19 Agustus 2026 dengan target pemetaan digital sistem Gua Ombo-Kebon, selain memperbarui rekor kedalaman 246 meter dengan panjang loro 7,3 kilometer.

Tim juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan riset serta melakukan kajian biospeleologi gunan mengindentifikasi potensi pesies endemik baru di dalam gua.

Sementara di sisi kemanusian para peserta ekspedisi akan turut bergotong royong membangun instalasi air bersih yang akan mengalir dari reservoir Leweng Jati Rambat menuju 32 sambungan rumah warga di atas gua.

Instalansi air ini diharapkan mampu menjadi solusi atas kritis air di Dusun Sawahan Kulon, Desa Klepu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.

Ekspediri bulan Agustus 2026 ini dengan misi menuntaskan eksplorasi CUE (Continue Unexplored), lorong pergoaan yang belum tereksplorasi, yang menghubungkan antara sistem pergoaan antara luweng ombo dengan luweng kebon, yang selanjutnya disebut sistem pergoaan Ombo-Kebon.

Meskipun luweng ombo nampak berupa single pitch (sumuran), namun di antara dindingnya sistem karstifikasi aktif melarutkan batuan penyusunnya membentuk lorong pergoaan yang terhubung dengan entrance goa luweng Kebon.

Goa vertical Luweng Ombo merupakan gua vertikal terdalam di Pulau Jawa membukukan kedalaman sedalam 246 meter dari permukaan tanah dengan diameter mulut goa selebar sekitar 50 meter. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *