KITAINDONESIASATU.COM – Julukan Pacitan Jawa Timur memiliki julukan sebagai Kota 1001 Gua betul adanya, karena wilayah ini memiliki ribuan gua kapur alami yang indah dan unik.
Goa-goa tersebut berada di dalam pegunungan karst, dengan beberapa goa paling ikonik seperti Gua Gong, Gua Tabuhan, dan Gua Kalak menawarkan pemandangan alam bawah tanah yang luar biasa.
Baru-baru ini Pacitan Speleology Society (PSS) berhasil melakukan pendataan dan mengidentifikasi jumlah gua di wilayah Kabupaten Pacitan jumlahnya mencapai 1.600 lokasi tersebar di wilayah Kabupaten Pacitan.
Seluruh goa yang berhasil didata oleh PSS menurut Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaa, Pemuda dan Olahraga Pacitan, Munirul Ichwan telah melalui proses identifikasi, penandaan lokasi hingga peninjauan lapangan oleh pra peneliti dan pegiat speleologi.
Seluruh goa menurut Munirul tersebar di kawasan karst yang membentang hampir ada di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pacitan yang sekaligus menegaskan sebutan sebagai Kota 1001 Gua ada benarnya.
Luweng Ombo di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo menjadi lokasi fokus penelitian tim PSS sat ini, gua vertikal ini menjadi lokasi ekspedisi nasional melibat peneliti, pegiat speleologi serta berbagai lembaga ilmiah.
Menariknya ekspedisi ini akan melanjutkan penelusuran terhadap lorong di dalam perut bumi pacitan sepanjang 7,5 km yang sebelumnya telah berhasil dipetakan.
“Penelitian lanjutan ini diharapkan mampu mengungkap lorong-lorong baru yang masih terhubung dengan Sistem Ombo-Kebon,” jelas Munirul seperti dilansir beritajatim.com, Kamis (13/8/2026).
Selain melakukan eksplorasi penelitian berpotensi menghasilkan penemuan spesies baru yang belum pernah tercatat dalam dunia ilmu pengetahuan, juga akan menjadi bagian dari konservasi kawasan karst sekaligus promosi wisata peminatan kusus telusur gua di Kabupaten Pacitan.
Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah melepas Tim Ekspedisi Gahvara Yava 2026 untuk memulai penelusuran Goa Luweng Ombo di Desa Kalak Kecamatan Donorojo.
Upacara pemberangkatan berlangsung di lapangan Kodim 0801 Pacitan yang dihadiri oleh unsur Forkopimda serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Tim ekspedisi Gahvara Yava 2026 akan memulai penulusarn goa vertikal tersebut hari ini Senin 10 hingga 17 Agustus 2026 mendatang.
Mereka yang tergabung dalam ekspedisi ini merupakan para penjelajah goa (Caver) dari berbagai daerah yang jumlahnya kurang lebih mencapai 100 orang.
Gagarin Sumrambah mengatakan Kabupaten Pacitan merupakan satu kawasan Karst yang memiliki kekayaan alam dan potensi speleologi yang luar biasa, merupakan salah satu laboratorium speleologi terpenting di nusantara.
“Kita menyadari kekayaan alam tersebut belum sepenuhnya terungkap, masih banyak lorong ruang dan keanekaragaman hayati yang menunggu untuk diungkapkan,” kata Wabup Gagarin.
Ekspedisi Gahvara Yava 2026 memiliki misi penting diantaranya melakukan pemetaan ulang, menelusuri dan mencari lorong baru yang belum terdata serta melakukan inventarisasi biota goa. **



