KITAINDONESIASATU.COM – Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, semakin meluas. Hingga Rabu (12/8/2026), sebanyak 7.973 jiwa atau 2.681 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan.
Berdasarkan data Tagana Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran yang diterima media, warga terdampak tersebar di 22 desa pada sembilan kecamatan, yakni Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya.
Kondisi tersebut terjadi setelah kemarau panjang yang berlangsung sejak Mei 2026. Minimnya hujan membuat ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga semakin terbatas.
Terkait hal itu, Pemkab Pangandaran telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan yang berlaku sejak 3 Juli hingga 30 September 2026.
Penetapan tersebut menjadi dasar penguatan penanganan terhadap warga yang mengalami krisis air.
Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Sosial RI bersama Dinas Sosial PMD dan Tagana Kabupaten Pangandaran telah menyalurkan sejumlah bantuan.
Bantuan tersebut terdiri dari satu unit truk tangki air, enam unit tandon air, dan enam paket penjernih air dengan total nilai mencapai Rp30,18 juta.






