KITAINDONESIASATU.COM – Nintendo membukukan kinerja keuangan yang solid pada kuartal April–Juni 2026. Perusahaan asal Jepang itu mencatat laba operasional melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski penjualan bersih mengalami penurunan.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru sebagaimana dikutip dari GSM Arena, laba operasional Nintendo naik sekitar 150 persen, dari 56,9 miliar yen menjadi 142,5 miliar yen, atau sekitar Rp15,7 triliun dan Rp39,3 triliun (kurs sekitar Rp276 per yen).
Sementara itu, penjualan bersih turun 9,5 persen menjadi 517,8 miliar yen, setara sekitar Rp142,9 triliun.
Pengembalian Bea Masuk Jadi Faktor Pendukung
Nintendo menjelaskan bahwa peningkatan laba operasional salah satunya didorong oleh pengembalian bea masuk di Amerika Serikat senilai sekitar 300 juta dollar AS, atau sekitar Rp4,9 triliun.
Perusahaan menyebut sebagian besar bea masuk tersebut ditanggung oleh Nintendo dan tidak dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga produk.
Meski demikian, Nintendo sebelumnya tetap menaikkan harga Nintendo Switch 2, yang disebut lebih dipengaruhi oleh meningkatnya biaya komponen dibandingkan kebijakan tarif impor.




