KITAINDONESIASATU.COM – Iran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz belum akan dibuka hingga Amerika Serikat memenuhi sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut laporan Mehr News Agency, juru bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akrami-Nia menyatakan bahwa jalur perairan strategis itu hanya akan dibuka apabila pengelolaannya berada di bawah otoritas Iran.
Selain itu, Teheran juga meminta Washington mematuhi ketentuan dalam kerangka kesepakatan perdamaian yang disepakati sebelumnya, menghentikan tindakan yang dianggap bermusuhan, serta menerima aturan Iran terkait pengelolaan Selat Hormuz.
Ketegangan AS dan Iran Kembali Memanas untuk Selat Hormuz
Pernyataan Iran muncul setelah laporan mengenai ledakan baru di sejumlah kota di negara tersebut.
Pada saat yang sama, Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau CENTCOM mengumumkan serangan tambahan yang disebut menyasar kemampuan militer Iran yang dinilai berkaitan dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Jalur laut ini memiliki peran penting dalam perdagangan global karena menjadi salah satu rute utama pengiriman energi dunia.
Situasi tersebut semakin memperburuk hubungan antara Washington dan Teheran yang sebelumnya telah terlibat aksi saling serang, termasuk serangan balasan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat.





