KITAINDONESIASATU.COM – Liburan di destinasi wisata kelas dunia Labuan Bajo berubah menjadi tragedi. Dua wisatawan asal Tiongkok dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat melakukan snorkeling di perairan Pulau Kelor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Fathur Rahman, mengungkapkan kedua korban bernama Guo Xingyou dan Sha Gingyang. Keduanya diduga terseret gelombang tinggi yang datang saat sedang menikmati aktivitas bawah laut.
Berdasarkan informasi dari Pos SAR Manggarai Barat, insiden terjadi sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu kedua wisatawan tengah snorkeling sebelum dihantam ombak besar hingga akhirnya tenggelam.
Korban pertama, Guo Xingyou, berhasil ditemukan sekitar pukul 12.45 WITA dalam kondisi tidak sadarkan diri. Wisatawan yang berada di sekitar lokasi bersama Tim SAR Gabungan langsung memberikan resusitasi jantung paru (RJP) selama perjalanan menuju Pelabuhan Labuan Bajo.
Setibanya di RSUD Komodo, tim medis berupaya memberikan penanganan lanjutan. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dokter menyatakan Guo Xingyou telah meninggal dunia.
Sementara itu, pencarian terhadap korban kedua terus dilakukan dengan melibatkan Tim SAR Gabungan, nelayan, dan sejumlah unsur terkait. Setelah beberapa jam penyisiran, Sha Gingyang akhirnya ditemukan pada pukul 16.44 WITA di kedalaman sekitar 23 meter atau sekitar 0,21 mil laut dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo sebelum dibawa ke RSUD Komodo untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi dihentikan.
Proses evakuasi melibatkan berbagai instansi, di antaranya Lanal Labuan Bajo, Ditpolairud Polda NTT, Satpolairud Polres Manggarai Barat, KSOP Manggarai Barat, KKP Labuan Bajo, P3KOM, serta didukung armada penyelamatan dari Pos SAR Manggarai Barat, KSOP, dan Polair Labuan Bajo. (*)




