KITAINDONESIASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meminta seluruh siswa baru di setiap jenjang pendidikan untuk menanam satu pohon pelindung atau pohon buah pada awal tahun ajaran 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Pemkot Bogor Dorong Gerakan Menanam Pohon Sejak Hari Pertama Sekolah
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan kebijakan tersebut merupakan respons atas perubahan iklim yang semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, fenomena El Nino dan La Nina yang dipicu pemanasan global menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Dedie menegaskan bahwa kesadaran menjaga dan melestarikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini melalui dunia pendidikan.
Perubahan Iklim Jadi Alasan Utama Program
Menurut Dedie A. Rachim, masa depan anak-anak harus diselamatkan melalui langkah konkret yang mampu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Bila setiap anak di bangku sekolah melakukan penanaman pohon, merawat, dan memeliharanya serta dilaksanakan secara konsisten, maka ancaman pemanasan global yang nantinya mengancam masa depan kehidupan manusia dapat diredam. Anak-anak dapat tumbuh dan berkembang tanpa terlalu banyak menghadapi kondisi yang menyulitkan untuk bertahan hidup,” ujar Dedie Rachim di Balai Kota Bogor, Senin 13 Juli 2026.
Program Dimulai pada Awal Tahun Ajaran 2026
Dedie meminta Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian segera menyiapkan aturan teknis agar program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten.
Tiga OPD Diminta Siapkan Aturan Pelaksanaan
Program penanaman pohon bagi siswa baru ditargetkan mulai diterapkan pada awal tahun ajaran 2026 yang dimulai pada 15 Juli 2026. Seluruh perangkat daerah terkait diminta berkolaborasi untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari pendidikan karakter peduli lingkungan di Kota Bogor.






