KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Venezuela dibantu lembaga internasional terus melakukan pendataan jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar yang terjadi pada 24 Juni 2026 lalu. Jumlah korban tewas mencapai 4.000 jiwa.
Berdasarkan pembaruan resmi dari Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, jumlah korban meninggal dunia yang tercatat hingga kini mencapai 4.118 orang, sementara 16.740 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Bencana mengerikan ini dipicu oleh dua gempa besar berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang wilayah utara dan barat Venezuela, dengan pusat gempa berada di dekat San Felipe, Yaracuy.
Kedua gempa utama tersebut terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan, hanya berselang sekitar 39 detik, memicu kepanikan luar biasa serta kerusakan infrastruktur yang sangat masif di berbagai kota, termasuk wilayah pesisir La Guaira.
Hingga saat ini, otoritas setempat mencatat sedikitnya 190 bangunan runtuh total rata dengan tanah dan 856 bangunan lainnya mengalami kerusakan struktural yang parah. Situasi di lapangan kian dipersulit oleh terjadinya lebih dari 1.100 kali rentetan gempa susulan yang terus mengguncang wilayah tersebut, memicu kekhawatiran akan adanya runtuhan susulan di area pemukiman padat.
Di tengah kondisi darurat ini, operasi kemanusiaan skala besar masih terus digulirkan. Puluhan ribu personel gabungan, relawan domestik, serta lebih dari 4.000 relawan asing dari berbagai negara dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan menyalurkan bantuan logistik.
Tim SAR dilaporkan berhasil menyelamatkan sekitar 6.462 orang dari bawah puing-puing bangunan. Meski demikian, kecemasan masih menyelimuti warga mengingat situs inisiatif sipil setempat mencatat puluhan ribu laporan orang hilang yang hingga kini masih terus dicari keberadaannya.(*)






