KITAINDONESIASATU.COM – Rusia kembali menghadapi gelombang serangan drone Ukraina yang menyasar sejumlah wilayah strategis, termasuk St. Petersburg dan kawasan sekitarnya pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Serangan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir karena menargetkan pelabuhan, terminal minyak, hingga fasilitas yang berperan penting dalam rantai pasokan energi Rusia.
Pemerintah Rusia mengonfirmasi adanya serangan tersebut, sementara Ukraina menyatakan operasi militer itu memang diarahkan ke infrastruktur yang dinilai mendukung pendanaan perang.
Meski otoritas Rusia memastikan tidak ada korban jiwa di St. Petersburg, sejumlah fasilitas mengalami gangguan dan kerusakan ringan akibat serangan drone yang datang secara beruntun.
Infrastruktur Energi Rusia Jadi Fokus Serangan Drone Ukraina
Selain terminal minyak di St. Petersburg, kawasan Pelabuhan Vysotsk di pesisir Laut Baltik juga dilaporkan menjadi sasaran.
Pelabuhan tersebut memiliki peran penting dalam aktivitas ekspor minyak, gas alam cair, batu bara, dan gandum Rusia.
Otoritas setempat menyebut puluhan drone berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai target utama, meski beberapa permukiman tetap mengalami dampak.
Di sisi lain, Ukraina mengklaim operasi juga menyasar fasilitas militer strategis di wilayah Kronstadt. Hingga kini, Rusia belum memberikan konfirmasi mengenai klaim tersebut.
Serangan terhadap sektor energi terus meningkat sepanjang tahun ini dan mulai memengaruhi distribusi bahan bakar di berbagai wilayah Rusia.


