KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Indonesia mengirimkan Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, sebagai perwakilan resmi negara untuk menghadiri rangkaian prosesi penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa kehadiran Dubes RI merupakan tindak lanjut atas undangan resmi yang disampaikan Pemerintah Iran kepada Indonesia untuk mengikuti prosesi pemakaman tersebut.
“Pemerintah RI telah menyampaikan bahwa Indonesia diwakili oleh Duta Besar RI di Teheran,” ujar Yvonne dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/7).
Menurut Yvonne, otoritas Iran sebelumnya telah menginformasikan kepada seluruh perwakilan diplomatik bahwa upacara penghormatan resmi akan dihadiri para pejabat tinggi pemerintah Iran serta delegasi dari berbagai negara.
Keputusan Indonesia menunjuk Dubes Rolliansyah sebagai wakil resmi negara mendapat apresiasi dari Pemerintah Iran.
Yvonne juga memastikan Dubes Rolliansyah telah hadir langsung di Musalla Besar Teheran pada Sabtu pagi waktu setempat untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengikuti doa bersama di lokasi jenazah disemayamkan.
Berdasarkan laporan kantor berita Iran IRNA, jenazah Ali Khamenei beserta sejumlah anggota keluarga dibawa ke Musalla Besar Teheran pada Jumat (3/7). Lokasi tersebut dibuka bagi masyarakat umum selama dua hari untuk memberikan penghormatan terakhir.
Rangkaian upacara penghormatan berlangsung hingga Minggu (5/7), sebelum prosesi pemakaman dilanjutkan pada Senin (6/7).
Setelah itu, prosesi penghormatan dijadwalkan berlanjut ke Kota Qom, kemudian dilaksanakan secara terpisah di Baghdad, Karbala, dan Najaf di Irak. Tahap terakhir pemakaman direncanakan berlangsung di Mashhad pada Kamis (9/7).
Sejumlah pemimpin dan utusan negara sahabat turut hadir memberikan penghormatan langsung di Teheran, di antaranya Presiden Irak Nizar Amidi, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev sebagai utusan Presiden Vladimir Putin, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang memimpin delegasi resmi negaranya. (*)
