KITAINDONESAISATU.COM-Dari sebanyak 615 remaja di Banten yang mengalami gejala gangguan mental, paling banyak banyak terdapat di Tangerang Raya. Bahkan, beberapa remaja di antaranya memiliki keinginan untuk bunuh diri.
“Ya (remaja yang alami gangguan mental) tersebar di delapan kabupaten/kota. Terbanyak di Tangerang Raya. Usianya baru menyentuk angka 10 tahun hingga 19 tahun,” ujar Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti, Senin (21/10/2024).
Ati mengungkapkan, rata-rata penyebab remaja mengalami gangguan mental karena ada masalah besar yang melandanya, seperti orang tuanya meninggal dunia, orang tuanya bercerai, masalah pertemanan, hingga bullying. “Terbanyak mengalami gangguan kasus, skizofren dan psikotik 227 kasus, gangguan cemas ada 214 kasus, dan depresi 61 kasus,” ungkapnya.
Penyakit kejiwaan atau gangguan mental, lanjut Ati, kini banyak dialami oleh berbagai kelompok usia dan berbagai latar belakang pekerjaan. “Jika tidak ditangani dengan baik, maka akan berakibat fatal. Bahkan, ada pasien yang ingin bunuh diri gara-gara bullying,” ujarnya.
Salah satu upuya bagi orang tua yang anaknya mengalami gangguan mental, di antaranya, selalu mengajak bicara dengan sabar dan mendengarkan curhatannya. “Selanjutnya dikonsulkan ke psikolog atau psikiater,” katanya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menyatakan kasus cacar air yang sempat menyerang 101 siswa-siswi SMPN 8 Tangsel, sudah terkendali.
Kepala Dinkes Tangsel, dr Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, saat ini jumlah korban cacar air tinggal 21 orang. “Kasus cacar air di SMPN 8 Tangsel tinggal 21 orang, semua dirawat di rumah,” ujar Allin.
Allin mengatakan, selain kasus di SMPN 8 Tangsel, pihaknya belum menemukan kasus lain, sehingga kluster kasus hanya di SMPN 8 Tangsel. “Tidak ada laporan lain dari sekolah di Tangsel,” ujarnya.
Menurut Allin, kasus cacar air saat ini sudah terkendali. “Kasus sudah terkendali,” ujarnya.
Sementara itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel telah memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada seluruh siswa SMPN 8 Tangsel, setelah 101 siswa SMPN 8 Tangsel dilaporkan terserang penyakit cacar air atau varicella dan gondongan atau mumps.


