KITAINDONESIASATU.COM – Tragedi berdarah mengguncang jajaran Kepolisian. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memastikan akan turun tangan penuh membackup penanganan kasus penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang menewaskan seorang anggota polisi dan membuat dua personel lainnya hingga kini belum ditemukan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Seluruh kekuatan akan dikerahkan untuk membantu pencarian dua anggota yang masih hilang sekaligus memburu tuntas jaringan narkotika yang diduga terlibat dalam penyerangan brutal terhadap aparat.
Korban gugur dalam operasi tersebut adalah Aipda Yudhi Perdana Putra. Sementara dua personel lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih dalam pencarian intensif.
“Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” tegas Brigjen Eko.
Menurutnya, insiden tragis ini menjadi perhatian serius. Seluruh operasi pemberantasan narkotika ke depan akan dievaluasi secara menyeluruh agar setiap personel memiliki kesiapan maksimal menghadapi berbagai ancaman di lapangan.
Ia menekankan, bahwa setiap operasi harus disusun secara matang, mulai dari perencanaan, pemetaan potensi ancaman, kesiapan personel, hingga perlengkapan yang digunakan.
Keselamatan anggota, kata dia, menjadi prioritas utama tanpa mengurangi ketegasan dalam memerangi peredaran narkoba.
Brigjen Eko juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Aipda Yudhi yang kehilangan nyawa saat menjalankan tugas negara memberantas peredaran narkotika.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.
Sebelumnya, operasi penggerebekan terhadap terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7) dini hari, berubah menjadi insiden maut.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono menjelaskan, awalnya tim Satresnarkoba berhasil mengamankan seorang terduga pelaku. Namun situasi mendadak memanas ketika sejumlah anggota keluarga terduga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam terhadap petugas.
Kericuhan semakin membesar setelah warga lain berdatangan ke lokasi sehingga kondisi menjadi tidak terkendali. Personel kepolisian berupaya menyelamatkan diri sekaligus mengendalikan situasi yang semakin kacau.
Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana diduga terpisah dari rombongan dan hingga kini masih terus dicari melalui penyisiran di sekitar lokasi kejadian maupun sepanjang aliran sungai.
“Saat ini kami memfokuskan seluruh upaya untuk menemukan dua anggota yang belum diketahui keberadaannya,” ujar AKBP Dodik.
Peristiwa ini menjadi salah satu insiden paling menyita perhatian dalam operasi pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah. (*)
