JAKARTA – Umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, akan segera menyambut salah satu momentum paling agung dalam kalender Hijriah, yakni Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram 1448 Hijriah.
Jatuh di dalam salah satu asyhurul hurum (bulan yang dimuliakan), Hari Asyura menyimpan sejarah mendalam serta limpahan pahala bagi siapa saja yang menghidupkannya dengan amal saleh.
Hari Asyura tidak hanya sekadar pergantian tanggal, melainkan sebuah hari bersejarah tempat terjadinya peristiwa-peristiwa besar para nabi terdahulu.
Salah satu peristiwa paling ikonik adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan kaum Bani Israil dari kejaran pasukan Firaun, di mana Allah SWT membelah Laut Merah sebagai wujud pertolongan-Nya.
Sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan hak terhadap batil tersebut, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk mengagungkan hari ini melalui berbagai bentuk peribadatan.
Keutamaan Hari Asyura
Mengacu pada dalil-dalil sahih, Hari Asyura memiliki keistimewaan luar biasa yang sayang untuk dilewatkan. Berikut adalah beberapa keutamaan utamanya:
- Penghapus Dosa Setahun yang Lalu: Rasulullah SAW menegaskan bahwa berpuasa di hari Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun sebelumnya.
- Hari Kemenangan Tauhid: Menjadi pengingat sejarah atas runtuhnya kesombongan Firaun dan tegaknya risalah para nabi.
- Waktu Mustajab untuk Berbagi: Hari ini juga dikenal sebagai momentum yang sangat baik untuk melapangkan nafkah dan membawa kebahagiaan bagi keluarga serta kaum duafa.

