KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan ambisi besar untuk menjadikan ibu kota sebagai kota berdaya saing global, namun tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Jakarta di masa depan diharapkan menjadi kota inklusif yang tidak membeda-bedakan latar belakang warganya, sekaligus terus melaju tanpa ada satu pun masyarakat yang tertinggal.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta di Jakarta Pusat, Senin (22/6).
Ia menegaskan bahwa ukuran kemajuan sebuah kota tidak hanya bisa dilihat dari gemerlap gedung tinggi dan cahaya lampu yang megah, melainkan dari kualitas kehidupan warganya secara menyeluruh.
Menurut Rano, kota yang benar-benar maju adalah kota yang memberi ruang bagi setiap anak untuk bermimpi, setiap keluarga untuk hidup layak, setiap lansia untuk dihormati, dan setiap warga untuk merasa memiliki “rumah besar” bernama Jakarta.
Ia juga menggambarkan Jakarta ideal sebagai kota yang terbuka terhadap dunia, namun tetap menjaga akar budaya, kuat secara ekonomi, tetapi tetap hangat dalam nilai kemanusiaan,;serta modern dalam teknologi, namun tidak kehilangan semangat gotong royong.
Visi besar tersebut, kata Rano, menjadi arah pembangunan Jakarta saat memasuki usia hampir lima abad, agar kota ini dapat diwariskan dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi berikutnya.
Rano juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi, menghidupkan kembali semangat gotong royong, dan menyatukan langkah dalam membangun masa depan Jakarta.
Ia menegaskan bahwa momentum menuju usia 500 tahun Jakarta harus menjadi titik penting untuk memperkuat perencanaan masa depan yang tidak hanya maju dan kompetitif, tetapi juga berkelanjutan dan manusiawi.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menghadirkan kota yang memberikan rasa aman, keadilan, kesempatan yang setara, serta harapan bagi seluruh warganya tanpa terkecuali. (*)
