KITAINDONESIASATU.COM – Viralnya informasi mengenai potensi gempa magnitudo 7 yang dipicu oleh Sesar Kendeng di Pulau Jawa menarik perhatian masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan bahwa potensi tersebut memang termasuk dalam kajian ilmiah, namun masyarakat diminta untuk tidak panik dan lebih fokus pada upaya mitigasi bencana.
Sesar Kendeng merupakan salah satu jalur sesar aktif yang membentang di bagian utara Pulau Jawa dan melintasi sejumlah wilayah padat penduduk.
Dalam kajian Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), sesar ini masuk dalam sistem Java Back-arc Thrust yang memiliki potensi memicu gempa bumi dengan kekuatan yang bervariasi, termasuk skenario terburuk hingga magnitudo 7 pada segmen tertentu.
BMKG: Sesar Kendeng Membentang Ratusan Kilometer di Pulau Jawa
BMKG menjelaskan bahwa zona Sesar Kendeng membentang sekitar 300 kilometer dari wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Jalur ini melewati sejumlah daerah seperti Semarang, Cepu, Lamongan, Surabaya, hingga Sidoarjo.
Karena berada di kawasan yang padat aktivitas manusia, pemahaman mengenai kesiapsiagaan menghadapi gempa menjadi sangat penting.
Meski memiliki potensi menghasilkan gempa besar, BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi.


