KITAINDONESIASATU.COM- Puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kota Bogor digelar dengan semangat kolaborasi dan sinergi sebagai bentuk pengakuan terhadap peran lanjut usia (lansia) yang menjadi bagian penting dalam pembangunan kota.
Mengusung tema “Bogor Senior Festival”, kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari senam sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM, layanan cukur gratis, hingga berbagai kegiatan lainnya. Senam sehat yang berlangsung di Taman Lansia diikuti para lansia dari enam kecamatan se-Kota Bogor, yayasan, serta komunitas yang peduli terhadap lansia.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, dan perangkat daerah terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kamis 18 Juni 2026. Usai senam sehat, para peserta menaiki Uncal menuju Balai Kota Bogor bersama Dedie Rachim.
“Di Balai Kota Bogor saya ajak berkeliling di dalam area Balai Kota. Ternyata dari sekian banyak yang ikut, ada yang baru pertama kali masuk ke Balai Kota di usia senja ini. Jadi, anggap saja hari ini sebagai hari yang penuh keberkahan,” ujar Dedie Rachim.
Setelah berkeliling Balai Kota, rangkaian puncak HLUN ke-30 dilanjutkan di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor dengan penampilan angklung dan paduan suara dari para lansia. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan berupa tongkat, kursi roda, dan paket sembako.
Pada kesempatan tersebut, Dedie Rachim mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para lansia, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data pemeriksaan kesehatan gratis, masih banyak masyarakat yang kurang aktif bergerak atau mager. Karena itu, berbagai kegiatan dalam peringatan HLUN tidak hanya bermanfaat bagi lansia, tetapi juga bagi masyarakat secara umum.
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial, Suratna, mengapresiasi penyelenggaraan HLUN di Kota Bogor yang dinilai telah memberikan ruang partisipasi bagi para lansia melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.
“Semua kondisi yang ada di Kota Bogor ternyata sudah mendukung lansia. Ada berbagai kegiatan, seperti lomba paduan suara, pentas seni, dan bazar. Aktivitas pemberdayaan ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap lansia tidak cukup hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan ruang partisipasi bagi para lansia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kota Bogor, Aisyah Wan Grainie, mengatakan bahwa kolaborasi antara lansia, generasi muda, serta berbagai instansi, termasuk Pemerintah Kota Bogor, telah terjalin dengan baik. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang aktualisasi diri bagi lansia melalui berbagai kelompok dan komunitas yang mereka ikuti.
“Selanjutnya adalah meningkatkan komunikasi antara sesama lansia dan antara lansia dengan generasi muda. Kami menyebutnya komunikasi lintas generasi,” tuturnya.
Ia menambahkan, kesadaran kolektif mengenai isu kelanjutusiaan juga perlu terus dibangun.
“Lansia adalah peran, bukan beban, karena mereka tetap menjadi bagian dari pembangunan sebuah daerah,” ujarnya.
