Berita Utama

BMKG: Puncak Kemarau 2026 Juli-Agustus, Diperparah El Nino

×

BMKG: Puncak Kemarau 2026 Juli-Agustus, Diperparah El Nino

Sebarkan artikel ini
BMKG Ungkap Penyebab Hujan
Ilustrasi kantor BMKG. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi puncak musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang.

Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Sumatra dan Sulawesi diperkirakan akan menjadi area yang terdampak paling kering.

Kondisi kemarau tahun ini diproyeksikan jauh lebih terik dibandingkan tahun lalu akibat aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat. Kehadiran El Nino memicu penurunan curah hujan secara drastis di bawah normal, sehingga meningkatkan risiko kekeringan ekstrem di berbagai daerah.

Menanggapi situasi ini, BMKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Pemerintah daerah dan sektor pertanian didorong untuk segera melakukan manajemen air dengan mengoptimalkan penyimpanan di embung dan waduk.

Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus ditingkatkan, khususnya di area rawan seperti Sumatra dan Kalimantan.

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kesehatan fisik agar tetap terhidrasi dengan baik guna mengantisipasi paparan suhu ekstrem selama puncak kemarau berlangsung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *