KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Iran di Istana Versailles, Prancis, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.
Namun, di tengah euforia kesepakatan awal yang dijadwalkan akan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni, Trump melontarkan ancaman tegas.
“Jika saya tidak puas, kami akan menembak lagi,” kata dia.
“Jika mereka tidak tahu harus berbuat apa, kami akan segera menjatuhkan bom ke kepala mereka, karena mereka tidak tahu bagaimana berperilaku selama 47 tahun,” demikain ancaman yang ua sampaikan kepada wartawan, Kamis (18/6/2026), sebelum memasuki pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.
Trump menegaskan bahwa nota kesepahaman Iran bukanlah kesepakatan final dan tidak mencakup pencabutan sanksi segera terhadap Iran.
Klaim Kesepakatan Akan Berdampak pada Pasar Global
Meski demikian, ia memuji perjanjian kerangka kerja tersebut sebagai “kesepakatan yang sangat kuat” dan menyebutnya akan menjadi dorongan besar bagi pasar global.



