KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan internasional setelah rencana kesepakatan damai yang disebut akan mengakhiri konflik di Timur Tengah masih belum menemui kepastian.
Upaya diplomasi yang digadang-gadang menjadi jalan keluar justru menghadapi penolakan dan perbedaan pernyataan dari kedua pihak.
Diplomasi Damai Terhambat Perbedaan Sikap AS dan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyampaikan bahwa kesepakatan damai akan segera ditandatangani. \
Rencana tersebut bahkan disebut berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur perdagangan energi penting yang selama ini menjadi perhatian dunia.
Namun, pihak Iran melalui Garda Revolusi Islam (IRGC) membantah adanya kepastian penandatanganan dalam waktu dekat. Iran menilai proses negosiasi masih berlangsung dan belum mencapai tahap final.
Situasi ini membuat masa depan hubungan kedua negara masih penuh ketidakjelasan. Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama karena jalur tersebut memiliki peran besar terhadap distribusi minyak dan gas global.

