KITAINDONESIASATU.COM – Pihak Istana melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, meminta kalangan mahasiswa untuk memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memberantas kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pernyataan ini disampaikan guna merespons tuntutan aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompok mahasiswa baru-baru ini. Qodari menegaskan bahwa isu pemberantasan kebocoran anggaran selaras dengan fokus utama pemerintah saat ini.
“Jadi kalau soal kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan. Karena itu, beliau harus didukung oleh teman-teman mahasiswa,” ujar Qodari dalam keterangan resminya pada Minggu (14/6/2026).
Pemerintah mengeklaim telah melakukan berbagai langkah efisiensi dan penghematan pada pos belanja negara yang dinilai tidak esensial sejak awal masa jabatan Prabowo. Kebijakan tersebut diklaim berhasil menghemat anggaran negara hingga sekitar Rp300 triliun.
Selain itu, pembentukan Danantara disebut menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola aset negara.
Meski meminta dukungan, Istana tetap menganggap aspirasi dan gelombang protes mahasiswa sebagai hal wajar dan sehat dalam sistem demokrasi. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif guna membenahi tata kelola pemerintahan ke depan.(*)

