Bisnis

Pemerintah Pasang Target Besar di APBN 2027, 8 Fokus Kebijakan Jadi Andalan

×

Pemerintah Pasang Target Besar di APBN 2027, 8 Fokus Kebijakan Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Menkeu
Menkeu Purbaya Sadewa.

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, resmi membongkar arah besar APBN 2027. Dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa (9/6), pemerintah menetapkan delapan program prioritas nasional yang bakal menjadi fokus utama kebijakan fiskal demi mendongkrak ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Mulai dari kedaulatan pangan, energi, pendidikan, kesehatan hingga pengentasan kemiskinan masuk dalam daftar super prioritas yang akan diguyur anggaran negara. Total, ada 60 program kerja yang disiapkan pemerintah dalam skema besar Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

“APBN harus dijaga tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” ujar Purbaya di hadapan anggota dewan.

Tak main-main, pemerintah juga menyiapkan strategi besar untuk memperkuat penerimaan negara lewat reformasi dan digitalisasi perpajakan, perluasan basis pajak, hingga pembenahan tata kelola PNBP.

Di sisi lain, belanja negara bakal difokuskan agar lebih efisien, tepat sasaran, dan benar-benar terasa dampaknya bagi rakyat. Salah satunya melalui penguatan perlindungan sosial berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Delapan fokus utama APBN 2027 meliputi:

  • Kedaulatan pangan
  • Kemandirian energi dan air
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Hilirisasi dan industrialisasi
  • Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana
  • Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa
  • Penurunan kemiskinan

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan pasukan pendukung berupa penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, percepatan digitalisasi, hingga diplomasi ekonomi.

Yang paling menyita perhatian, pemerintah mulai mengandalkan berbagai skema pembiayaan inovatif bersama BPI Danantara, BLU, SMV, hingga Sovereign Wealth Fund demi mempercepat transformasi ekonomi nasional.

Sementara itu, postur APBN 2027 dipatok dengan defisit antara 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB. Pendapatan negara ditargetkan mencapai 11,82 persen hingga 12,40 persen PDB, sedangkan belanja negara diperkirakan menyentuh 13,62 persen hingga 14,80 persen PDB. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *