InovasiNews

Modernisasi Jamu Jadi Sorotan Hari Jamu Nasional, IPB Dorong Herbal Indonesia Mendunia

×

Modernisasi Jamu Jadi Sorotan Hari Jamu Nasional, IPB Dorong Herbal Indonesia Mendunia

Sebarkan artikel ini
Biofarmaka Tropika IPB
Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University menggelar peringatan Hari Jamu Nasional beberapa waktu lalu di Bogor. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Upaya modernisasi jamu berbasis riset ilmiah menjadi fokus utama dalam peringatan Hari Jamu Nasional yang digelar IPB University melalui Pusat Studi Biofarmaka Tropika. Kegiatan bertema “Modernisasi Jamu Warisan Leluhur, Masyarakat Sehat, Berdaya, dan Mendunia” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat posisi jamu sebagai warisan budaya sekaligus solusi kesehatan masa depan yang mampu bersaing di tingkat global.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Startup Center, Kampus Taman Kencana, Bogor, itu mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, pelaku industri, dan masyarakat dalam satu forum kolaboratif untuk mendorong pengembangan jamu yang lebih inovatif, aman, dan berbasis bukti ilmiah.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr Ninuk Purnaningsih, mengatakan Hari Jamu Nasional menjadi pengingat penting terhadap kekayaan hayati dan pengetahuan lokal Indonesia yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah mengembangkan jamu agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern melalui pendekatan ilmiah dan inovatif.

“Jamu sebagai warisan budaya bangsa masih memiliki tempat yang utama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami menghadirkan ruang belajar, berbagi pengalaman, dan kolaborasi agar pemanfaatan jamu semakin tepat, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dr Ninuk menambahkan, Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University akan terus memperkuat penelitian dan hilirisasi produk herbal berbasis sumber daya hayati Indonesia.

Ia menilai potensi biodiversitas Indonesia yang sangat besar perlu didukung pembuktian ilmiah yang kuat agar jamu semakin diterima masyarakat luas dan mampu berkembang menjadi produk kesehatan bernilai ekonomi tinggi.

“Generasi Z, generasi Alpha, dan generasi berikutnya perlu memahami bahwa herbal bukan sesuatu yang ketinggalan zaman. Justru dengan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, jamu dapat menjadi solusi kesehatan masa depan yang relevan, aman, dan mendunia,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University, Prof Mohamad Rafi, menegaskan bahwa Hari Jamu Nasional memiliki nilai historis penting dalam perjalanan pengembangan jamu di Indonesia.

“Herbal bukan berarti kuno. Kita dapat memodernisasi jamu menjadi sesuatu yang mampu mempertahankan kesehatan dan melindungi masyarakat dengan pendekatan ilmiah yang kuat,” kata Prof Rafi.

Menurutnya, Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University terus berkontribusi melalui penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat guna mendukung pengembangan obat herbal berbasis sumber daya hayati Indonesia.

Sementara itu, Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan dan Halal (LRI PGKH) IPB University, Prof Erika Budiarti Laconi, menekankan pentingnya membawa inovasi jamu Indonesia ke tingkat global melalui penguatan kolaborasi riset, industri, serta promosi internasional.

Ia berharap peringatan Hari Jamu Nasional dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan sehingga hasil-hasil riset jamu Indonesia dapat dimanfaatkan lebih luas hingga menembus pasar nasional maupun internasional.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta talkshow. Selain itu, sebanyak 100 mahasiswa turut berpartisipasi dalam pameran poster dan video edukasi jamu serta lomba MasterChef Jamu.

Berbagai rangkaian acara juga digelar, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, Empon-Empon Talk, hingga pameran karya komunikasi pembangunan bertema edukasi jamu sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap manfaat herbal Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *