Berita UtamaInternasional

Tsunami Usai Gempa M 7,8 di Filipina, 19 Orang Dilaporkan Tewas

×

Tsunami Usai Gempa M 7,8 di Filipina, 19 Orang Dilaporkan Tewas

Sebarkan artikel ini
tsunami
Ilustrasi. Tsunami usai gempa di Filipina.

KITAINDONESIASATU.COM – Bencana dahsyat mengguncang Filipina selatan setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 menghantam wilayah lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, Senin (8/6) pagi. Tragedi ini memicu kepanikan massal, gelombang tsunami, hingga korban jiwa yang terus bertambah.

Sedikitnya 19 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 130 lainnya mengalami luka-luka akibat gempa besar tersebut. Otoritas setempat juga masih mencari sedikitnya 12 warga yang dinyatakan hilang di General Santos City.

Gempa kuat terjadi sekitar pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat gempa berada di bawah laut pada kedalaman sekitar 55 kilometer. Guncangan keras membuat warga berhamburan keluar rumah sambil menangis dan berteriak ketakutan.

Rekaman video dan foto pascagempa memperlihatkan bangunan rusak hingga roboh di sejumlah wilayah, terutama di General Santos City yang berada dekat pusat gempa. Jalanan dipenuhi puing dan suasana mencekam menyelimuti kota tersebut.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mengonfirmasi munculnya serangkaian gelombang tsunami setelah gempa besar itu. Gelombang tertinggi tercatat mencapai 1,48 meter dan menghantam sejumlah wilayah pesisir.

Dampak tsunami bahkan terdeteksi hingga Indonesia dan Jepang, membuat otoritas di berbagai negara meningkatkan kewaspadaan.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. langsung mengeluarkan perintah darurat dan meminta seluruh warga mematuhi instruksi evakuasi dari otoritas setempat.

“Segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan ikuti peringatan resmi,” demikian imbauan pemerintah kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Situasi darurat juga memaksa Bandara Internasional Jenderal Santos menghentikan operasional sementara. Sejumlah penerbangan komersial menuju kota yang dikenal sebagai pusat ekspor tuna Filipina itu dibatalkan demi alasan keselamatan.

Di Provinsi Davao Occidental yang berbatasan dengan Sarangani, rekaman dari sebuah sekolah memperlihatkan detik-detik mengerikan saat siswa-siswa menangis histeris ketika gempa mengguncang ruang kelas selama beberapa detik.

Hingga kini, tim penyelamat masih berjibaku mengevakuasi korban dan mencari warga yang hilang di tengah ancaman gempa susulan yang sewaktu-waktu bisa kembali terjadi.(Sumber: Kyodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *