KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait gejolak di pasar finansial domestik menyusul nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.036 per dolar Amerika Serikat (AS) serta rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Purbaya menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia saat ini sebenarnya masih berada dalam posisi yang kuat dan terus berekspansi.
Menurut Menkeu, kendala terbesar yang dihadapi pemerintah saat ini bukanlah pelemahan struktural, melainkan maraknya persepsi negatif pasar yang tidak sesuai dengan realitas di lapangan.
Pandangan keliru dari sejumlah pihak mengenai kondisi daya beli dan bayang-bayang krisis dinilai memicu kepanikan jangka pendek di kalangan investor, sehingga terjadi aksi jual.
Pemerintah memastikan bahwa realisasi APBN 2026 masih berjalan sangat baik dan aktivitas ekonomi daerah tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Untuk mengatasi kendala persepsi tersebut, Kementerian Keuangan berencana mempererat koordinasi intervensi dengan bank sentral guna memulihkan kepercayaan pasar.
Purbaya juga meminta para investor untuk tidak panik karena fondasi ekonomi nasional tetap stabil dan terjaga rapat.(*)


