KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Tengah bagian selatan masih berpeluang mengalami hujan meskipun tanda-tanda musim kemarau mulai terlihat.
Kondisi ini terjadi karena faktor cuaca lokal yang masih mendukung terbentuknya awan hujan di beberapa daerah.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih tercatat di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.
Curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau belum berlangsung secara merata di seluruh wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
BMKG: Tanda Musim Kemarau Mulai Terlihat di Jateng Selatan
Meskipun hujan masih turun di beberapa lokasi, sejumlah indikator musim kemarau mulai tampak jelas.
Suhu udara pada pagi hari terasa lebih dingin dibandingkan sebelumnya, sementara pada siang hari sinar matahari terasa lebih terik karena tutupan awan semakin berkurang.
Selain itu, arah angin yang mulai didominasi dari timur juga menjadi salah satu ciri khas datangnya musim kemarau.
Data curah hujan selama Mei 2026 menunjukkan sebagian wilayah seperti Cilacap, Banyumas, dan daerah sekitarnya mulai mengalami penurunan intensitas hujan.


