KITAINDONESIASATU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dijalankan di Indonesia berpotensi diperluas hingga ke luar negeri.
Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji kemungkinan penerapan program tersebut di Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi, yang mayoritas siswanya merupakan anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI).
Gagasan tersebut muncul setelah Kepala BGN melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah dan menerima berbagai masukan dari para siswa.
Banyak pelajar yang mengikuti perkembangan program pemerintah di Indonesia dan berharap dapat merasakan manfaat layanan pemenuhan gizi yang sama seperti yang diterapkan di tanah air.
Berpotensi Jadi Percontohan Pertama MBG di Luar Negeri
Jika mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto, program MBG di Jeddah akan menjadi implementasi perdana di luar wilayah Indonesia.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas akses gizi bagi anak-anak Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri.
Saat ini, Sekolah Indonesia Jeddah memiliki lebih dari seribu siswa, sementara Sekolah Indonesia Makkah juga menampung ratusan pelajar.
Jumlah tersebut dianggap cukup potensial untuk mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi secara berkelanjutan.
BGN juga mempertimbangkan pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan sekolah sebagai pusat operasional program.
Namun sebelum direalisasikan, hasil kajian lapangan akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pemerintah pusat. Dalam pelaksanaannya nanti, menu makanan akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan di Arab Saudi.
