KITAINDONESIASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Selasa 2 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema “GPM Hadir, Harga Stabil, Rakyat Senang” ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sekaligus menyambut Road To Karya Kreatif Jawa Barat 2026.
Dalam pembukaan acara, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor untuk berbelanja di arena GPM selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta upaya mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Jadi kami meminta dan memohon pak camat dalam dua hari ini jangan dulu berbicara masyarakat, kita dulu pelaku kebijakan pemerintah. Seluruh ASN wajib belanja di Sempur di Gerakan Pangan Murah,” tegas Jenal Mutaqin dalam sambutannya, Selasa 2 Mei 2026.
Menurut Jenal, kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng merupakan kebutuhan rutin ASN setiap bulan. Karena itu, ia mengajak ASN untuk membeli kebutuhan tersebut di GPM sebagai bentuk dukungan terhadap produk binaan DKPP dan Dinas UMKM.
Ia juga mengungkapkan gagasan digitalisasi komoditas pangan bagi ASN dengan target belanja minimal Rp500 ribu per bulan. Menurutnya, jika kebijakan tersebut dapat diterapkan secara konsisten, maka akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kecil.
Sebelumnya, Jenal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan GPM, mulai dari aparat wilayah, pelaku UMKM, hingga instansi vertikal seperti Bank Indonesia dan Pegadaian. Ia menegaskan bahwa peringatan HJB tahun ini difokuskan pada program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Di lokasi yang sama, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Siti Muarofah, menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi Bogor ke-544. Ia berharap momentum tersebut dapat mempercepat pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Siti menjelaskan bahwa perekonomian Kota Bogor pada 2025 tumbuh sebesar 5,45 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat yang mencapai 5,3 persen.
Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan sejumlah komoditas domestik, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah.
“Gerakan Pangan Murah ini tentunya diharapkan sangat efektif untuk menjaga kestabilan harga. Berdasarkan pantauan, pada bulan Mei kemarin terdapat kenaikan beberapa harga di Kota Bogor, antara lain untuk produk hortikultura seperti komoditas cabai dan bawang merah, sementara produk pangan lainnya relatif stabil,” ujar Siti Muarofah.
Ia menambahkan, Bank Indonesia Jawa Barat saat ini tengah menyiapkan pilot project kerja sama strategis guna menjaga kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dan mengurangi dampak kenaikan biaya logistik akibat fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM).
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, mengatakan GPM berlangsung selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu. Program tersebut dirancang untuk menyediakan pangan berkualitas dengan harga di bawah pasar sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.
Berbagai komoditas seperti daging ayam, daging sapi, tepung, minyak goreng, cabai, hingga bawang merah dijual dengan harga terjangkau dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sejak pagi hari.
Selain pasar murah, kegiatan GPM juga dirangkaikan dengan sejumlah program sosial dan edukatif.
“Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan PAUD di wilayah Kelurahan Sempur. Selain itu, ada juga pemberian bantuan ikan nila bioflok untuk keluarga berisiko stunting,” kata Dody Ahdiat.
Melalui bantuan pangan bergizi tersebut, DKPP berharap dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Kota Bogor. Program serupa juga direncanakan akan diperluas ke wilayah kecamatan lainnya.
Dody turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Pegadaian Kota Bogor, kelompok tani, dan pelaku usaha olahan pangan yang telah berkolaborasi dalam mendukung penguatan ketahanan pangan di Kota Bogor.

