KITAINDONESIASATU.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Indonesia.
Pemerintah melihat kondisi tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik destinasi wisata dalam negeri karena biaya liburan menjadi lebih murah bagi wisatawan mancanegara.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut situasi kurs saat ini dapat mendorong wisatawan asing memilih Indonesia sebagai tujuan perjalanan.
Selain itu, wisatawan juga diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk memperpanjang masa tinggal selama berlibur di berbagai daerah wisata.
Kementerian Pariwisata kini memperkuat promosi ke pasar internasional, termasuk negara-negara tetangga di kawasan Asia.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan asing di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
Pelemahan Rupiah Dinilai Tetap Berisiko bagi Ekonomi
Di sisi lain, pelemahan rupiah juga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi domestik.
Nilai tukar yang mendekati Rp18.000 per dolar AS berpotensi meningkatkan harga barang impor, menekan daya beli masyarakat, serta memperbesar beban subsidi pemerintah.





