Internasional

Rudal Hellfire Menghantam! AS Bikin Kapal Kargo ke Iran Lumpuh di Tengah LautMence

×

Rudal Hellfire Menghantam! AS Bikin Kapal Kargo ke Iran Lumpuh di Tengah LautMence

Sebarkan artikel ini
Tentara AS
Ilustrasi tentara AS.

KITAINDONESIASATU.COM – Situasi panas di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Amerika Serikat dilaporkan melumpuhkan sebuah kapal kargo curah yang berlayar menuju pelabuhan Iran setelah diduga mencoba menembus blokade AS di Selat Hormuz.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dalam pernyataannya pada Sabtu (30/5) mengungkapkan bahwa pasukan AS yang beroperasi di Teluk Oman melakukan tindakan tegas terhadap kapal berbendera Gambia bernama Lian Star.

“Pasukan Amerika Serikat yang beroperasi di Teluk Oman menegakkan langkah-langkah blokade dengan melumpuhkan sebuah kapal berbendera Gambia yang berupaya berlayar menuju pelabuhan Iran,” demikian pernyataan CENTCOM.

Menurut laporan tersebut, kapal Lian Star diduga mengabaikan sejumlah peringatan yang telah diberikan oleh militer Amerika Serikat. Ketegangan pun memuncak ketika sebuah pesawat militer AS menembakkan rudal Hellfire langsung ke ruang mesin kapal tersebut.

Akibat serangan itu, kapal kargo tersebut kini dilaporkan terombang-ambing di perairan Teluk Oman setelah sistem mesinnya lumpuh total.

Insiden ini menjadi babak terbaru dalam memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan besar serta korban sipil.

Meski sempat diumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April, perundingan lanjutan di Islamabad disebut gagal mencapai kesepakatan. Tak lama setelah itu, Washington mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan memperpanjang masa gencatan senjata demi memberi kesempatan kepada Iran menyusun proposal perdamaian. Namun di tengah situasi yang masih panas, aksi pelumpuhan kapal di Teluk Oman kini memicu kekhawatiran dunia akan potensi konflik yang semakin meluas. (Sumber: Sputnik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *