KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat hingga mendekati level Rp18.000 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 1 Mei 2026, mata uang Garuda berada di posisi Rp17.865 per dolar AS atau melemah lebih dari 0,5 persen dalam sehari.
Sepanjang pekan, pelemahan rupiah juga tercatat menjadi yang terdalam di kawasan Asia.
Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar global akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor global beralih ke aset aman, termasuk dolar AS.
Situasi itu mendorong indeks dolar menguat dan memberikan tekanan besar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Faktor Global dan Domestik Tekan Rupiah
Bank Indonesia sebenarnya telah melakukan berbagai langkah stabilisasi, mulai dari intervensi pasar hingga menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen. Namun penguatan rupiah hanya berlangsung sementara sebelum kembali melemah.
