Internasional

Kesepakatan Nuklir AS–Iran Makin Dekat, Trump Sebut Uranium Akan Dihancurkan

×

Kesepakatan Nuklir AS–Iran Makin Dekat, Trump Sebut Uranium Akan Dihancurkan

Sebarkan artikel ini
Donald Trump
Donald Trump

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan perkembangan besar dalam meredanya ketegangan nuklir dengan Iran. Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyebut Teheran akan segera menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya untuk kemudian dimusnahkan sebagai bagian dari kesepakatan strategis.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari skema besar yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam upaya menurunkan eskalasi konflik yang selama ini memanas. Trump menegaskan proses pemusnahan material nuklir itu dapat dilakukan dengan dua opsi, yakni dibawa ke Amerika Serikat atau dimusnahkan langsung di lokasi yang disepakati di wilayah Iran.

“Uranium yang diperkaya itu akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dimusnahkan, atau lebih baik dimusnahkan di lokasi,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Senin (25/5/2026).

Ia juga menambahkan bahwa proses tersebut akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan pemerintah Iran serta diawasi lembaga internasional seperti Komisi Energi Atom atau badan setara untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan global.

Sinyal meredanya ketegangan ini semakin menguat setelah muncul laporan keterlibatan diplomasi sejumlah negara. Panglima Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Asim Munir, disebut memainkan peran penting dalam komunikasi diplomatik dengan China terkait perkembangan kesepakatan tersebut.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi di Beijing, Munir menyampaikan bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran kini disebut telah berada di tahap akhir. Pertemuan itu berlangsung di sela kunjungan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif ke China.

Pakistan dikabarkan aktif menjadi mediator setelah kunjungan strategis Asim Munir ke Teheran sebelumnya, sementara China turut didorong untuk memperkuat peran diplomatik dalam proses negosiasi.

Sejumlah poin penting dari perkembangan ini meliputi rencana penyerahan uranium Iran, mekanisme pengawasan internasional, serta keterlibatan Pakistan dan China sebagai mediator utama dalam upaya meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.

Hingga laporan ini beredar, proses negosiasi disebut telah memasuki tahap akhir dan diharapkan dapat menjadi langkah besar menuju penghentian eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *