News

Brutal! Remaja 18 Tahun Jadi Korban Serangan Diduga Geng Motor di Pasar Rebo, Celurit Menancap di Kepala

×

Brutal! Remaja 18 Tahun Jadi Korban Serangan Diduga Geng Motor di Pasar Rebo, Celurit Menancap di Kepala

Sebarkan artikel ini
celurit
Ilustrasi celurit

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang remaja berinisial FK (18) menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan sekelompok geng motor di Jalan Telaga RT 13/09, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (19/5) dini hari.

“Kami mendapatkan informasi pada pagi hari menjelang siang bahwa ada korban pembacokan oleh geng motor dan celuritnya masih menancap di kepala (bagian kanan),” kata Kanit Reskrim Polsek Pasar Rebo, AKP Lili, di Jakarta, Kamis (21/5).

Lili menyebut usai menyerang korban, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.

“Usai menyerang dan melukai korban, para pelaku melarikan diri,” ujar Lili.

Sebelum kejadian, korban diketahui hendak pulang menuju rumahnya di Jalan Mandala RT 01/02, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Melihat kondisi FK yang tergeletak dengan luka serius di bagian kepala, teman-temannya segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Polisi baru menerima informasi mengenai insiden tersebut pada Kamis (21/5) pagi menjelang siang. Saat laporan diterima, kondisi korban masih kritis akibat senjata tajam yang menancap di kepalanya.

Korban sempat menjalani penanganan medis di RSUD Pasar Rebo. Namun karena luka yang dialami cukup parah, pihak rumah sakit akhirnya merujuk FK ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani perawatan intensif lebih lanjut.

Hingga kini, aparat Kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku penyerangan.

Sejumlah orang telah diamankan untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

“Kami sudah amankan beberapa orang dan masih mendalami keterangannya. Saksi juga sudah kami mintai keterangan,” ucap Lili.

Adapun peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ketika korban bersama sejumlah temannya baru selesai berkumpul di sebuah warung kopi di kawasan tersebut.

Saat hendak pulang, FK dan rekannya berjalan menuju area parkir sepeda motor. Namun, situasi mendadak berubah mencekam ketika sekelompok pemuda datang sambil membawa senjata tajam.

Tanpa banyak bicara, kelompok yang diduga geng motor itu langsung melakukan penyerangan secara membabi buta terhadap FK dan teman-temannya. Tidak siap menghadapi serangan mendadak tersebut, korban bersama rekannya memilih melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

FK yang tengah berusaha kabur terkena sabetan senjata tajam jenis celurit dari arah kanan. Senjata tajam mengenai kepala korban hingga tersungkur bersimbah darah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *