KITAINDONESIASATU.COM – Universitas Trisakti kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia dengan mengukuhkan tiga Guru Besar baru dari berbagai disiplin ilmu pada sidang terbuka senat yang digelar pada Selasa 19 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi universitas untuk memperkuat fondasi riset, inovasi, dan kontribusi nyata akademisi bagi pembangunan bangsa.
Tiga guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. dr. Raditya Wratsangka, Sp.O.G., Subsp.Obginsos dari Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. Trubus Rahardiansyah, M.S., S.H., M.H dari Fakultas Hukum, dan Prof. Dr. Melati Ferianita Fachrul, M.Si dari Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri pengamat politik dan akademisi, di antaranya Prof. Hikmahanto Juwana, Muhammad Qodari, hingga Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.
Rektor Universitas Trisakti Prof. Kadarsah Suryadi mengatakan penambahan tiga guru besar baru menjadi momentum penting bagi penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Dengan bertambahnya tiga guru besar, kini Universitas Trisakti memiliki 80 profesor. Guru besar adalah insan yang menjadi tumpuan bangsa untuk mengembangkan ilmu. Semakin berkembang ilmu suatu bangsa, maka semakin dihormati bangsa itu oleh bangsa lain di dunia,” ujar Prof. Kadarsah.
Ketiga profesor baru yang dikukuhkan tersebut membawa orasi ilmiah yang berfokus pada solusi tantangan global masa kini, mulai dari pengembangan teknologi berkelanjutan, penguatan sistem tata kelola hukum. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi akademik yang lebih progresif di lingkungan kampus.
Prof. Raditya Wratsangka membawakan orasi berjudul “Aspek Biomedis dan Psikososial Perjalanan Menopause: Menemukan Makna dan Keseimbangan Dalam Perubahan”
Orasi tersebut membahas pentingnya pendekatan medis dan psikososial dalam mendampingi perempuan menghadapi masa menopause.
Sementara itu, Prof. Trubus Rahardiansyah menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Memahami Kebijakan Publik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia: Analisis Socio-Legal Atas Implementasi dan Tantangannya.”
Ia menyoroti pentingnya tata kelola kebijakan publik yang efektif dan tepat sasaran dalam program strategis nasional.
Dengan bertambahnya jajaran fungsional tertinggi ini, Universitas Trisakti kini memiliki modal intelektual yang semakin kuat untuk bersaing di kancah internasional. Pihak rektorat juga memastikan akan terus mendorong para dosen muda untuk memacu produktivitas riset mereka, sehingga ekosistem pendidikan yang inklusif dan berbasis inovasi dapat terwujud secara berkelanjutan demi mencetak generasi emas Indonesia.(*)


