Berita UtamaKesehatan

Stres Bisa Merusak Kesehatan Hingga memicu Bunuh Diri Berikut Hasil penelitiannya

×

Stres Bisa Merusak Kesehatan Hingga memicu Bunuh Diri Berikut Hasil penelitiannya

Sebarkan artikel ini
stres
Ilustrasi orang sedang stres (Pixabay/Engin_Akyurt)

KITAINDONESIASATU.COM – Mengelola stres dengan baik ternyata sangat diperlukan dan sangat penting di dalam kehidupan Anda sehari-hari agar tetap sehat.

Stres bisa berdampak kepada kehidupan sehari-hari hingga memicu 70% hingga 90% dari total kunjungan dan keluhan terkait masalah medis atau kesehatan.

Secara psikologis 51% orang dewasa yang stres akan mengalami depresi dan 61% merasakan kecemasan, sementara persepsi bahwa stres mengganggu kesehatan bisa meningkatkan risiko kematian dini hingga mencapai 43%.

Dari beberapa sumber yang diperoleh dari hasil penelitian di Amerika menyebutkan bahwa stres memengaruhi kesehatan, dan hasil kesehatan serta angka kematian pada sampel orang dewasa AS yang representatif secara nasional.

Bahkan dampak stres juga sangat meluas karena memengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah rincian persentase dan bentuk pengaruhnya baik berdampak fisik dan medis, psikologi dan mental hingga akademi dan sosial akibat stres.

Dampak fisik dan medis
Tingginya presentasi antara 70-90 persen kunjungan ke dokter umum atau fasilitas kesehatan yang berakar dari masalah yang berhubungan dengan stres.

Risiko kematian dini akibat stres mencapai 43 persen bagi mereka yang mengalami stres tinggi dan mempercayai bahwa stres sangat merusak kesehatan.

Ganggun fisik lain akibat stres terjadinya asam lambung berlebihan atau meningkat stres lambung dan mulut kering hingga ketegangan otot.

Dampak psikologi dan mental
Bagi orang dewa dilaporkan mencapai 61 persen mengalami ekstrem atau gangguan kecemasan berlebihan.

Mencapai 51 persen orang dewasa dilaporkan merasa depresi akibat stres yang tidak tertangani.

Kemudian 32 persen angka individu yang memiliki pikiran dan perasaan ingin bunuh diri akibat akumulasi berkepanjangan akibat stres.

Dampak lain seperti akademi dan sosial
Sementara stres akibat kasus akademi dan sosial banyak dialami para mahasiswa secara umum hingga jumlahnya mencapai 36,7 persen hingga 71 persen.

Jumlah stres tertinggi mencapai 89 akibat mahasiswa karena problem akademik cukup tingi terjadi di area perkotaan seperti Jakarta.

Sementara secara global prevelasi masyarakat yang mengaku mengalami stres mencapai angka 35,1 persen. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *