KITAINDONESIASATU.COM- Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Devie P. Sultani mengajak ratusan anak dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor menonton film bersama di bioskop sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap anak-anak disabilitas.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan kebahagiaan sekaligus memotivasi anak-anak disabilitas agar lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi, bakat, dan hobinya.
Devie P. Sultani mengatakan, anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, pendidikan, kesehatan, dan masa depan yang layak.
“Bentuk kepedulian terhadap anak-anak disabilitas memotivasi mereka untuk percaya diri, mereka juga bisa berkarya dan mengembangkan hobi mereka, bersama anak-anak hebat di bawah naungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor di mana saya juga sebagai pembina,” ujar Devie, Rabu 13 Mei 2026.
Politisi Partai NasDem ini juga menegaskan, anak-anak disabilitas merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah maupun masyarakat.
“Bahwa anak-anak hebat ini juga penerus bangsa yang harus diperhatikan pendidikannya, kesehatannya bahkan masa depannya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Devie juga mendorong Pemerintah Kota Bogor agar serius menindaklanjuti Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas melalui penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) agar implementasinya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat disabilitas di Kota Bogor.
“Sejak dini sudah mempersiapkan mereka untuk bisa bersaing dengan dunia luar bahkan berprestasi, untuk itu Pemkot Bogor harus serius dalam melaksanakan membuat Peraturan Wali Kota dari Peraturan Daerah disabilitas agar bisa dilaksanakan dan bermanfaat untuk warga Kota Bogor, dan bentuk keseriusan pemkot terhadap kawan-kawan disabilitas yang mana mereka pun pembayar pajak di Kota Bogor,” tegasnya.
Selain itu, Devie menyoroti masih minimnya tenaga pendidik yang memiliki sertifikasi khusus untuk menangani anak-anak disabilitas di Kota Bogor.
Menurutnya, tenaga pendidik untuk anak disabilitas membutuhkan kemampuan dan keterampilan khusus yang berbeda dengan tenaga pengajar bagi anak non-disabilitas.
“Bahwasanya kita di Kota Bogor sangat kekurangan tenaga didik yang mempunyai sertifikasi khusus untuk anak-anak disabilitas. Yang mana ada tambahan skill khusus dan pasti berbeda tingkat kesulitannya dibanding dengan anak-anak non-disabilitas,” ucapnya.
Ia pun berharap Pemerintah Kota Bogor dapat memberikan perhatian khusus kepada tenaga pendidik tersebut, termasuk peluang pengangkatan menjadi aparatur sipil negara.
“Maka ada baiknya pemkot memberikan privilege khusus bagi tenaga didik ini, begitu mereka lulus pendidikan diambil untuk menjadi tenaga didik di Kota Bogor dan diangkat sebagai PNS,” pungkasnya. (Nicko)
