KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto membuat pernyataan mengejutkan saat menghadiri acara penyerahan hasil penertiban keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5).
Di hadapan para pejabat tinggi negara, Prabowo mengungkap bahwa pemerintah bakal menerima tambahan dana fantastis sekitar Rp49 triliun pada bulan depan yang berasal dari rekening-rekening bank tak bertuan dan diduga terkait uang koruptor.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut sebagian dana itu berasal dari uang yang sudah lama mengendap di rekening tanpa ada pihak yang mengurus atau mengklaimnya. Pemerintah bahkan telah mengumumkan keberadaan rekening-rekening tersebut selama setahun penuh, namun tak satu pun pemilik maupun ahli waris muncul mengambil haknya.
“Ya sudah, pindahkan untuk rakyat,” ujar Prabowo, disambut sorotan publik.
Tak hanya itu, presiden juga melontarkan sindiran tajam terkait pemilik uang misterius tersebut. Ia menyebut kemungkinan pemilik rekening memiliki banyak istri muda hingga keluarga yang bahkan tidak mengetahui keberadaan simpanan fantastis di bank-bank tersebut.
Dari total Rp49 triliun yang akan masuk ke negara, sekitar Rp11 triliun disebut berasal dari penyerahan langsung kepada pemerintah, sementara sekitar Rp39 triliun lainnya merupakan dana tidak jelas yang diduga berkaitan dengan koruptor maupun pelaku kriminal.
Acara di Kejaksaan Agung itu juga menjadi panggung unjuk hasil besar Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Pemerintah berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp10,27 triliun dari denda administratif tahun 2026. Tumpukan uang triliunan rupiah bahkan dipamerkan langsung di lokasi acara, mencuri perhatian para tamu undangan.
Di depan presiden, Jaksa Agung, ST Burhanuddin, menyerahkan simbolis hasil penyelamatan keuangan negara kepada Menteri Keuangan, Purbaya. Selain uang, pemerintah juga menguasai kembali kawasan hutan dan perkebunan sawit dalam skala raksasa.
Tak tanggung-tanggung, aset kawasan taman nasional seluas lebih dari 2,3 juta hektare diserahkan kepada Raja Juli Antoni. Sementara pengelolaan perkebunan sawit hasil penguasaan Satgas PKH diteruskan kepada Dony Oskaria dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani.
Prabowo menegaskan, uang triliunan rupiah hasil penertiban itu bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa negara hadir menyelamatkan hak rakyat. Bahkan, menurutnya, dana Rp10 triliun saja sudah cukup untuk merenovasi sekitar 5.000 puskesmas di seluruh Indonesia. (*)
