KITAINDONESIASATU.COM – Perusahaan pengembang ChatGPT, OpenAI, mengumumkan rencana investasi besar-besaran di sektor infrastruktur komputasi sepanjang tahun 2026.
Nilai investasi yang disiapkan mencapai sekitar 50 miliar dolar AS atau setara Rp73 triliun guna mendukung pengembangan model kecerdasan buatan dan memperluas layanan digital perusahaan.
Langkah tersebut menandai semakin agresifnya persaingan industri AI global yang kini membutuhkan kapasitas komputasi dan pusat data dalam skala sangat besar.
Kenaikan kebutuhan itu dipicu pertumbuhan jumlah pengguna serta pengembangan teknologi AI generatif yang semakin kompleks.
Biaya Pengembangan OpenAI Terus Melonjak
Presiden sekaligus pendiri OpenAI, Greg Brockman, menyebut biaya komputasi perusahaan meningkat tajam dibanding beberapa tahun lalu.
Jika pada 2017 pengeluaran masih berada di kisaran puluhan juta dolar, kini nilainya melonjak hingga puluhan miliar dolar per tahun.

