KITAINDONESIASATU.COM – Peternak ayam petelur di Magetan mengeluhkan turunnya harga telur yang dinilai semakin membebani usaha mereka.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya diharapkan mampu meningkatkan penyerapan hasil produksi lokal disebut belum memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasar telur di daerah tersebut.
Kondisi itu memicu aksi protes para peternak yang membagikan ribuan kilogram telur kepada masyarakat sebagai bentuk keprihatinan atas merosotnya harga jual.
Mereka menilai harga telur saat ini berada di bawah biaya produksi, sementara harga pakan terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Produksi Melimpah, Penyerapan Dinilai Masih Rendah di Magetan
Peternak menyebut produksi telur di Magetan saat ini berada dalam kondisi surplus sehingga banyak stok yang belum terserap pasar.
Situasi tersebut diperparah dengan terbatasnya pembelian telur untuk kebutuhan program MBG di sejumlah dapur pelayanan gizi.
Pemerintah daerah mengakui harga telur saat ini berada jauh di bawah harga acuan nasional.
Selain tingginya biaya produksi, lemahnya penyerapan pasar dinilai menjadi faktor utama yang membuat peternak mengalami tekanan ekonomi.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah berencana meningkatkan penggunaan telur lokal dalam berbagai program sosial, termasuk penanganan stunting dan optimalisasi program MBG.

