KITAINDONESIASATU.COM – Penolakan terhadap pelibatan kampus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat dari kalangan mahasiswa IPB University.
Badan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Mercusuar menyampaikan sikap tersebut melalui surat terbuka yang ditujukan kepada pimpinan Badan Gizi Nasional.
Aspirasi ini menyoroti kekhawatiran atas arah kebijakan yang dinilai terlalu dipaksakan kepada institusi pendidikan.
Presiden Mahasiswa BEM KM IPB, Muhammad Abdan Rofi, menilai kampus seharusnya berfungsi sebagai ruang pengembangan ilmu dan moral, bukan menjadi bagian dari proyek yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Ia menyoroti berbagai isu yang masih menyertai pelaksanaan program MBG, mulai dari kasus kesehatan hingga pengelolaan anggaran yang menuai sorotan publik.
Sorotan Evaluasi MBG dan Rencana Aksi Mahasiswa
Mahasiswa menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memperluas implementasi program, terutama dengan melibatkan perguruan tinggi.
Dalam pandangan mereka, masih banyak persoalan mendasar di sektor pendidikan yang perlu menjadi prioritas, termasuk kesejahteraan tenaga pendidik dan fasilitas sekolah.

