Di sisi lain, pihak kampus melalui rektorat disebut tengah mempertimbangkan rencana pembangunan fasilitas pendukung program tersebut.
Namun, mahasiswa menegaskan akan menempuh jalur internal untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan universitas.
Perkembangan ini menunjukkan adanya dinamika antara kebijakan pemerintah dan respons civitas akademika.
Dialog yang konstruktif dinilai menjadi kunci untuk menemukan titik temu agar program yang dijalankan tetap sejalan dengan fungsi utama dunia pendidikan.(*)

